3 Strategi Trading Paling Sederhana Untuk Pemula

BAGIKAN:

Kalau ada strategi trading yang simple dan mudah, mengapa harus cari yang sulit? Berikut ini uraian beberapa strategi trading paling sederhana anti ribet dan profitable, untuk pemula.

Dengan strategi trading yang mudah ini, sekarang kita gak perlu lagi harus pakai yang strategi trading sulit-sulit. Sebuah strategi trading yang profitable tidak terletak pada seberapa sulitnya strategi itu atau berapa banyak indikator teknikal yang dipasang. Sebaliknya, seringkali justru strategi trading sederhana dengan satu atau dua indikator lebih profitable. Seperti apa 3 strategi trading sederhana itu?

Strategi Trading Paling Sederhana 1: Moving Average

Apakah Anda pernah mendengar nama “Moving Average“? Konon, indikator ini merupakan mbahnya banyak indikator lain, dan inilah indikator teknikal paling sederhana yang bisa ditemukan dengan gamblang di semua platform trading, termasuk Metatrader.

Cara menggunakannya dalam strategi trading pun sangat mudah. Anda cukup memasang beberapa MA di platform, masing-masing dengan Period dan warna yang berbeda-beda. Misalnya, Period 5 (MA-5) dan Periode 10 (MA-10). Selanjutnya, amati persimpangan antara kedua MA itu untuk mendapatkan sinyal trading. Contohnya seperti pada grafik tradingview berikut ini, MA-5 dan MA-10 dipasang pada pair EUR/USD dengan timeframe 4 jam (H4).

strategi trading sederhana dengan moving average
Grafik strategi trading dengan Moving Average

Aturannya:

  • Buy, jika MA-5 bergerak melintasi MA-10 ke arah atas dan candle hijau ditutup di atas kedua MA.
  • Sell, jika MA-5 bergerak melintasi MA-10 ke arah bawah dan candle merah ditutup di bawah kedua MA.  

Simpel bukan!? Anda dapat mengubah-ubah timeframe dan period Moving Average yang digunakan, sesuai dengan kenyamanan.

Lebih lanjut, Perhatikan pada area yang ditandai dengan “!” dan “!!”, walaupun terjadi crossover (MA-5 melintasi MA-10 ke arah bawah), tidak disarankan untuk sell. Karena setelah terbentuk candle merah di bawah kedua MA, candle berikutnya berupa candle hijau yang kuat dan “menelan” candle merah sebelumnya, sehingga membatalkan sinyal sell.

Sedangkan untuk Target Profit dan Stop Loss bisa diatur sesuai selera. Umpamanya dengan menentukan pips tertentu, misalnya 5-15 pips dari harga Open Position (OP).

Boleh juga menentukan jarak beberapa candle, misal jika menggunakan candle M15, maka jarak 3-5 candle dari OP akan Close posisi, baik itu profit maupun loss. Alternatif lainnya, pasang Pivot Point, Fibonacci Retracement, ataupun sesuai aturan Risk/Reward Ratio yang Anda gunakan.

Strategi Trading Paling Sederhana 2: Bollinger Bands

Bollinger Bands adalah pita pengukur volatilitas harga yang biasanya dipasang mengapit garis Simple Moving Average (SMA). Ketika pita Bollinger Bands yang berada di atas dan di bawah SMA menyempit, maka itu artinya pergerakan harga signifikan akan terjadi dalam waktu dekat. 

Untuk menjalankan strategi trading sederhana nomor 2 ini, tentunya langkah pertama adalah memasang Bollinger Bands, yang cukup mudah bagi pemula. BB biasanya sudah terlampir dalam platform trading Metatrader, jadi pemasangannya semudah mencari menu Indicators, lalu pilih Bollinger Bands.

Setelah dipasang, akan tampil seperti pada screenshot di bawah ini. Di sini telah terpasang Bollinger Bands pada pair EUR/USD timeframe 4 Jam (H4) dengan setting Periods 20 dan Standard Deviations 2. 

strategi trading sederhana dengan bollinger bands
Grafik strategi trading dengan Bollinger Bands

Aturannya, pertama-tama pastikan dulu bahwa Bollinger Bands memang sedang menyempit, mengapit SMA dan harga dengan ketat di tengah-tengahnya. Setelah itu:

  • Buy, jika ada candle tertutup sepenuhnya di atas garis SMA.
  • Sell, jika ada candle tertutup sepenuhnya di bawah garis SMA.
  • Tempatkan Stop Loss pada level high atau low di candle sebelumnya.

Itu adalah cara paling sederhana untuk menggunakan Bollinger Bands. Teknik yang lebih kompleks untuk memaksimalkan profit dapat disimak pada artikel Strategi Trading Double Bollinger Bands.

Strategi Trading Paling Sederhana 3: Heiken Ashi

Strategi trading terakhir ini, walau tergolong mudah dan sederhana namun tidak memanfaatkan indikator teknikal yang sudah lazim ada di platform trading Anda. Pada Metatrader, sudah ada Heiken Ashi, tetapi apabila memasangnya maka akan secara otomatis merubah tampilan dan Anda tak bisa lagi melihat pergerakan harga pasar biasanya. Jadi, perlu mencari custom indicator dari sumber lain. Untuk itu, Anda dapat mengunduh indikator Heiken Ashi pada SubWindow yang sudah disediakan PetaniEmas. 

Tampilan Heiken Ashi ini mirip dengan grafik Candlestick, tetapi lebih rapi dan mudah dibaca. Cara membedakan candle Bullish, candle Bearish, dan pembalikan harga (reversal) pun lebih simpel.

strategi trading sederhana dengan heiken ashi
Grafik strategi trading dengan Bollinger Bands

Sebagaimana bisa dilihat pada Heiken Ashi yang dipasang pada pair EUR/USD dengan timeframe seperti sebelumnya, 4 jam (H4). Kondisi pasar Bullish ditunjukkan dengan warna hijau. Kondisi Bearish terlihat dari warna candle merah. Sedangkan pembalikan harga signifikan disinyalkan oleh munculnya candle doji (candle berbentuk mirip tanda “+”) atau bisa juga berupa candle kecil di akhir trend Bullish/Bearish.

Peluang trading terbaik adalah ketika pembalikan harga, yaitu saat trend Bullish berubah menjadi Bearish, atau dari Bearish menjadi Bullish. Perhatikan tanda “!”, walau terbentuk doji dan candle tertutup berikutnya merah, namun ini bukan merupakan peluang sell. Kenapa? rangkaian candle hijau bukan merupakan trend Bullish karena hanya terdiri dari 5 candle saja.

Perhatikan juga tanda “!!” dimana merupakan peluang sell, namun berakhir dengan Stop Loss. Setelah sinyal sell terbentuk, pergerakan candle justru semakin menguat dan closing di atas garis Stop Loss (garis jingga). Untuk menentukan Stop Loss, gunakan high/low pada candle doji / candle reversal.

Sebagai pelengkap Heiken Ashi, Anda bisa memasang indikator teknikal lain pula pada jendela trading. Tapi ingat, tak perlu gunakan terlalu banyak indikator. Pastikan agar tetap bisa membaca grafik pergerakan harga dengan mudah, 1-3 indikator saja sudah cukup memadai.

Kesimpulan

Ada 3 Strategi Trading Paling Sederhana untuk pemula, yaitu Moving Average, Bollinger Bands dan Heiken Ashi. Untuk Moving average, bisa menggunakan MA-5 dan MA-10 atau sesuai kenyamanan. Tunggu terjadinya crossing dan candle merah/hijau di atas kedua MA untuk sinyal buy/sell.

Jika menggunakan Bollinger Bands, setelah terjadi penyempitan pita, maka buy jika telah ada candle tertutup di atas garis SMA. Bila muncul candle tertutup di bawah garis SMA setelah pita Bollinger Bands menyempit, maka ini peluang untuk sell.

Strategi trading yang terakhir menggunakan Heiken Ashi, penggunaannya cukup sederhana bagi pemula. Indikator ini mirip dengan price action candlestick hanya saja jauh lebih simpel. Setelah terbentuk trending naik atau turun (lebih dari 5 bar candle), carilah candle reversal berupa doji atau candle kecil, lalu tunggu candle tertutup berikutnya untuk menentukan buy atau sell.

Setelah memahami 3 strategi trading di atas, sebaiknya lengkapi dengan 1 atau 2 indikator tambahan yang sederhana dan mudah dipahami untuk pemula. Indikator tambahan ini berguna untuk memberikan konfirmasi, dengan meminimalisir sinyal buy/sell yang kurang bagus.

Strategi trading yang bagus dan profitable sebenarnya adalah yang mudah dipahami dan tanpa banyak indikator warna-warni berseliweran. “Keep It Simple, Stupid!” (KISS).

BAGIKAN:

Tinggalkan komentar